Kantor Berita Peristiwa

Pelaku Penganiayaan Warga Aceh Hingga Tewas Ditahan, Nasir Djamil Apresiasi Panglima TNI


Tajuknews.id – Warga Aceh asal Kabupaten Bireuen Imam Masykur (25) sebagaimana yang diberitakan di media diduga mendapatkan penyiksaan yang dilakukan oleh oknum Paspamres dengan dua rekannya. Pemuda Gampong Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura ini meninggal dunia setelah ditemukan jenazahnya di Karawang, Jawa Barat.

Untuk itu, Anggota Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia DPR-RI Asal Aceh, M. Nasir Djamil mengapresiasi langkah Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melalui Danpom TNI yang telah menahan dan mengamankan dugaan pelaku berinisial RM telah melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap Imam Masykur hingga yang bersangkutan meninggal dunia.

Begitu pun Nasir Djamil berharap agar kasus ini bisa diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi anggota TNI.

“Kita berharap agar Panglima TNI bisa memproses kasus ini secara terang benderang, sehingga masyarakat di Aceh khususnya dan yang ada di Jakarta bisa terpuaskan dengan penegakan hukum yang dilakukan oleh TNI,” ujarnya Minggu 27 Agustus 2023.

Nasir juga meminta kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk bisa mengambil peran sesuai dengan kewenangannya dalam proses pengungkapan kebenaran atas apa yang terjadi pada korban. “Kita akan kawal dan mengusut kasus ini hingga tuntas,” demikian Nasir Djamil. (Harian Rakyat Aceh)

Keluarga Wanita Jatuh dari Lift Kualanamu Polisikan 6 Perusahaan!


Tajuknews.id - Pihak keluarga Asiah Shinta Dewi Hasibuan, yang tewas karena jatuh dari lift Bandara Kualanamu, melaporkan 6 perusahaan ke Bareskrim Polri. Pihak keluarga menduga ada unsur kelalaian yang menyebabkan korban jatuh dan tewas.

"Hari ini kami telah melakukan upaya hukum untuk melaporkan laporan polisi kami di Mabes Polri atas dugaan tindak pidana Pasal 359 akibat kelalaian ataupun kealpaan yang menyebabkan meninggal," kata tim kuasa hukum keluarga Asiah, Indra Posan Sihombing, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa 2 Mei 2023.

Indra menyatakan melaporkan 6 nama direksi dari enam perusahaan. Dia berharap laporan yang dibuat pihaknya dapat ditindaklanjuti oleh Polri.

"Barusan kita udah selesai buat laporan polisi terhadap 6 perusahaan yang sudah kita masukkan, termasuk nama direksi-direksinya," ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap agar laporan polisi tipe A yang sebelumnya telah ada di Polres Deli Serdang dihentikan. Jadi, kata dia, yang berlanjut hanya laporan yang dibuat di Bareskrim.

"Jadi harapan kami untuk Polres Deli Serdang untuk bisa menghentikan laporan tipe A nya agar yang dilanjutkan hanya laporan dari klien kami (yang dibuat di Bareskrim)," ucapnya.

Adapun alasannya, kata Indra, ada keterlibatan perusahaan asing dalam insiden itu. Selain itu, lanjutnya, hingga kini belum ada keluarga Asiah yang dimintai keterangan oleh Polres Deli Serdang terkait insiden nahas tersebut.

"Karena ada perusahaan asing dari India dan Prancis, jadi kita harapkan bisa berkembang lebih besar lagi. Karena kalau di daerah, bukan kita menyepelekan daerah bukan, hanya ini terlibat ada orang-orang pihak dari luar negeri," jelasnya.

Lebih lagi, Indra menyatakan, keluarga Asiah merasa kecewa atas tidak adanya permintaan maaf dari Bandara Kualanamu menyoal kejadian itu.

"Yang membuat keluarga ini semakin kecewa adalah tidak adanya iktikad baik dari Bandara Kualanamu untuk melakukan pertemuan, baik untuk meminta maaf. Sampai saat ini, detik ini pihak bandara itu tidak ada sama sekali untuk menyampaikan (permintaan maaf)," pungkasnya.

Laporan keluarga Asiah diterima dengan Nomor: STTL/157/5/2023/BARESKRIM tertanggal 2 Mei 2023.

Sebelumnya, jasad Asiah ditemukan di kolong dasar lift lantai 1 Bandara Kualanamu, Deli Serang, Sumatera Utara, pada Kamis 27 April 2023 Asiah memang menghilang sejak Senin 24 April 2023 malam.(detik)


Back To Top