Kantor Berita Peristiwa

Kemenag Aceh Besar Usulkan Qanun Pengukuran Arah Kiblat, Ini Tujuannya

Tajuknews.id - Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar Saifuddin mengusulkan supaya dibentuk Qanun Tentang Pengukuran Arah Kiblat dan Hisab Rukyat di daerah tersebut. Qanun itu dinilai penting untuk menyelesaikan persoalan terkait hisab rukyat.

"Pengukuran arah kiblat yang bermuara pada ilmu falakiyah sangat penting namun kurang dipahami oleh masyarakat saat ini, sebabnya perlu adanya qanun hisab rukyat," kata Saifuddin dalam keterangannya, Selasa 20 Februari 2024.

Saifuddin pagi tadi menghadiri kegiatan coaching clinic pengukuran arah kiblat yang berlangsung di Sibreh, Aceh Besar. Menurutnya, ilmu falak dapat dipakai untuk mengukur arah kiblat yang benar sehingga dapat menepis keragu-raguan di tengah masyarakat. 

"Hal ini sangat penting agar persoalan yang berkaitan dengan hisab rukyat dapat terselesaikan dengan baik," jelas mantan Kakankemenag Aceh Singkil itu.

Selain itu, kata Saifuddin, dengan lahirnya qanun tersebut maka akan mempermudah sosialiasi dan pembinaan tentang hisab rukyat secara lebih luas. Selain itu, MPU Aceh juga telah mengeluarkan fatwa tentang hal ini yaitu fatwa nomor 3 tahun 2018.

"Manfaat yang lebih besar lagi adalah pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembinaan dan pengembangan hisab rukyat secara lebih besar lagi. Ilmu tentang hisab rukyat kurang diganderungi oleh kawula muda dewasa ini padahal ilmu ini besar sekali manfaatnya," ujar Saifuddin.

Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Akhyar menyebutkan, pihaknya akan membentuk tim falakiyah untuk wilayah Aceh Besar yang akan menangani persoalan pengukuran arah kiblat di masjid dan meunasah. Tim itu nantinya akan turun ke masjid-masjid serta meunasah.

"Tim inilah yang akan turun kelapangan untuk menuntaskan masalah arah kiblat dan lain sebagainya. Insya Allah ke depan akan dilakukan pembinaan berkesinambungan agar keberadaan tim ini menjadi lebih kuat karena ditopang dengan ilmu pengetahuan," kata Akhyar.(detik)

Hari Lahir Laksamana Malahayati Pahlawan Indonesia Ditetapkan UNESCO Jadi Perayaan Internasional


Tajuknews.id - UNESCO menetapkan hari kelahiran dua pahlawan Indonesia jadi perayaan internasional. Kedua pahlawan tersebut yakni pejuang perempuan asal Aceh, Keumalahayati dan sastrawan AA Navis.


Melansir detikEdu yang mengutip laman Kemdikbud RI, penetapan ini diumumkan oleh Direktur Jenderal UNESCO pada hari penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO pada 22 November 2023 di Paris, Prancis. Tetaptnya, ketika sesi sidang Plenary Report dari rangkaian Sidang Umum UNESCO ke-42.

Secara garis besar, kedua tokoh ini dipilih merujuk pada tiga kriteria. Pertama, yakni tahun kelahiran atau kematian toko terkait dengan cita-cita dan misi organisasi dalam bidang pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan kemanusiaan.

Kriteria kedua yaitu komunikasi. Dalam kriteria ini, usulan mempertimbangkan keterwakilan gender. Hanya usulan anumerta yang dapat diajukan.

Kriteria ketiga yakni mengandung peristiwa universal. Usulan minimal didukung oleh dua negara, memiliki dampak besar bagi negara atau dunia, dan sebagainya.

Lantas siapa sosok Keumalahayati Untuk mengetahuinya, simak ulasannya berikut ini.

Profil Keumalahayati
Keumalahayati merupakan salah satu tokoh pejuang perempuan paling awal di Indonesia. Ia diakui sebagai pahlawan nasional atas keberanian, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam membela tanah air.

Keumalahayati dibesarkan di wilayah yang terkenal dengan tradisi maritim kuat. Ia mengenal dunia peperangan laut sejak usia muda. Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, adalah seorang panglima angkatan laut armada Aceh yang terampil dan dihormati.

Ketika ayahnya meninggal dunia, Sultan Alauddin Riayat Syah dari Aceh mengangkat Keumalahayati sebagai laksamana baru. Jabatan Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh menjadikan Keumalahayati sebagai laksamana perempuan pertama dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara.

Pengusulan penetapan peringatan 475 tahun kelahiran Keumalahayati (1550-1615) mendapat dukungan dari Malaysia, Federasi Rusia, Thailand, dan Togo.( Detik)


Peringati Maulid, Gampong Pasi Janeng Gelar FASI

Tajuknews.id - GampongPasi Janeng, Pulo Nasi Kecamatan Pulo Aceh kabupaten Aceh Besar menyelenggarakan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) dari tanggal 28-30 Oktober 2023.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw itu diikuti puluhan peserta tingkat MI-SMP dan SMA.

Adapun cabang yang diperlombakan pada ajang FASI yang digelar rutin setiap tahun itu masing-masing Hafalan Surat Pendek, Hafalan Doa Salat, Lomba Pidato, Azan dan rangking satu.

Keuchik Gampong Pasi Janeng, Imran menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia khususnya kalangan Pemuda dan masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, dengan ada even seperti itu anak-anak Gampong Pasi Janeng bisa menyalurkan bakatnya dan berani untuk tampil di depan umum.

"Setelah kegiatan kita melihat anak-anak kita punya potensi sesuai bidang dan bakatnya, semoga mereka ini kedepannya akan menjadi generasi yang berguna bagi masyarakat dan Agama, khususnya di Pulo Aceh ini dan umumnya bagi Aceh," ujar Imran saat menutup kegiatan sekaligus pembagian hadiah, Senin 30 Oktober 2023 malam.

Imran menyebutkan sumber dana kegiatan itu sendiri berasal dari Dana Desa, khususnya untuk bidang pembinaan masyarakat. Ia juga berharap kegiatan tersebut bisa dilaksanakan rutin setiap tahunnya sebagai ajang menggali potensi dari anak-anak Gampong setempat.

"Alhamdulillah dengan adanya Dana Desa kita bisa alokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, semoga kegiatan seperti ini bisa kita gelar rutin setiap tahunnya," lanjutnya lagi.

Sementara itu untuk puncak kegiatan Maulid sendiri akan digelar pada hari Sabtu 04 November 2023. Selain Khanduri Maulid, pada malam harinya juga akan diisi dengan Ceramah Maulid yang akan disampaikan oleh Tgk. Jufrizal dari Dayah Ulee Titi Aceh Besar.

"Kami mengajak masyarakat Gampong Pasi Janeng khususnya dan masyarakat Pulo Nasi pada umum untuk sama-sama kita hadir untuk mendengarkan ilmu agama yang akan disampaikan oleh guru kita dari Dayah Ulee Titi," tutup Imran didampingi Sekdes Thanthawi.

Farid Nyak Umar Serahkan Seragam untuk TPQ Al-Muttaqin Peunayong

Farid Nyak Umar Serahkan Seragam untuk TPQ Al-Muttaqin Peunayong

Tajuknws.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyerahkan baju seragam untuk para pelajar Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. 

Penyerahan seragam tersebut berlangsung di masjid setempat dan diterima langsung oleh Keuchik Peunayong dan Direktur TPQ, serta sejumlah perangkat gampong lainnya, Senin sore (14/12/2020). 

Di sela-sela penyerahan itu Farid Nyak Umar mengatakan, bantuan tersebut diberikan atas aspirasi masyarakat Peunayong yang disampaikan kepadanya beberapa waktu lalu sebagai dukungan untuk aktivitas maupun kegiatan belajar di TPQ Al'Muttaqin Gampong Peunayong Kuta Alam. 

"Kami sebagai bagian dari wakil masyarakat di Kecamatan Kuta Alam merespons dengan baik usulan aspirasi direktur TPQ," kata Farid Nyak Umar. 

Farid Nyak Umar berharap penyaluran seragam dan beberapa program yang bersumber dari Dinas Pendidikan Dayah tersebut dapat bermanfaat bagi aktivitas belajar mengajar. 

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di masjid tentu sangat mendukung kegiatan itu, baik kegiatan masjid, TPQ, maupun pengajian. Menurut Farid ini merupakan komitmennya berupaya menegakkan syariat Islam, khususnya dalam mencetak generasi qur'ani di Kota Banda Aceh.

Sementara Keuchik Peunayong, T Sabri Harun, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, terutama kepada Ketua DPRK atas penyaluran aspirasinya kepada Gampong Peunayong. 

Menurutnya hal ini sangat membantu karena ada beberapa anak yang sangat membutuhkan, disabilitas, anak-anak kurang mampu dan anak yatim. 

"Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui Ketua DPRK yang sudah berkenan membantu. Kami berharap ini tetap berkembang sesuai dengan harapan bersama terhadap TPQ ini," kata T Sabri Harun.

Senin, Pembangunan Rumah KAT di Sikundo Dimulai

Tajuknews.id – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, dijadwalkan akan hadir melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan 39 unit rumah masyarakat komunitas adat terpencil (KAT) di Desa Sikundo, Kecamatan Pantee Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat pada Senin 15 Juli 2019. Selain pembangunan rumah KAT, pada kesempatan yang sama juga akan dilakukan penyalaan listrik dari PLN untuk Desa Sikundo.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM melalui Kasi Pemberdayaan Perorangan dan Keluarga Safwan S.Ag., M.Ag, Sabtu 13 Juli 2019.
“Pembanguna rumah KAT untuk warga Sikondo akan dilakukan peletakan batu pertama oleh Bapak Plt Gubernur Aceh pada 15 Juli 2019 nanti, sekaligus akan dilakukan penyalaan lampu listrik dari PLN,” kata Safwan. Menurut Safwan, PLN merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan KAT di Sikundo, sebab masayarakat di sana memang udah sangat lama belum dialiri listrik.
Safwan menuturkan,  pembangunan rumah KAT di Sikundo merupakan program Dinas Sosial Aceh melalui anggaran APBN Kementrian Sosial RI Tahun 2019. Penanganan KAT ini harus dilakukan secara terpadu, oleh karena itu Dinas Sosial Aceh yang berperan sebagai pembuka jalan mengundang intansi-intansi lain yang terlibat langsung dalam urusan pemberdayaan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan baik intansi pemerintah terkait, BUMN dan swasta dengan CSRnya.
Sebab, katanya, setiap intansi itu punya kewajiban untuk melakukan pemberdayaan masayarakat di daerah tertinggal. Hari ini Sikundo adalah daerah yang terisolir, jauh dari akses pelayanan publik, baik itu kesehatan, pendidikan, transportasi, apalagi informasi-informasi yang menyangkut dengan teknologi itu belum mereka rasakan.
Karena dia berharap, pada pencanangan dan peletakan batu pertama ini, semua Satuan Kerja Perangkat Aceh (KPA) yang ada di provinsi dan juga dunia usaha seperti PLN serta perusahaan-perusahaan swasta lainya juga ikut ambil bagian di dalam pemberdaan KAT ini.
“Harapan kita, dengan adanya kegiatan ini warga nasyarakat di sana, memiliki rumah layak huni, karena saat ini mereka tidak mempunyai rumah yang layak huni, kemudian mereka juga mendapatkan fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti jalan menuju ke Sikundo sehingga transportasi mereka saat keluar dari desa itu lebih begus,” katanya.
Kemudian juga, pelayanan kesehatan agar masyarakat di sana dapat berobat secara medis, minimal ada bidan desa yang mau ditempatkan di sana, selain itu  jangkauan pelayanan kesehatan untuk ke Puskesmas, dan jika perlu ada petugas kesehatan yang  setiap bulannya bisa turun ke sana untuk melihat kondisi kesehatan masyarakat di sana.
Kemudian di sana mereka itu juga butuh air bersih, kita ingin ada SKPA terkait untuk pelayanan kesehatan mereka butuh air bersih begitupun sarana dan prasaran lingkungan. Sehingga mereka dapat merasakan seperti halnya yang dirasakan oleh masyarakat di daerah-daerah lain yang merasakan sentuhan-sntuhan dari pemerintah.
“Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di sana bahwa kita pemerinntah tidak tutup mata. Setelah di Sikundo kita juga akan menjajaki daerah terpencil lainnya di Aceh, tujuannya sama agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” tutup Safwan.A
Back To Top